Jumat, 02 Mei 2014

softskills nahasa indonesia 2 (proposal penelitian)

ANALISIS KEPUASAN KONSUMEN TERHADAP PELAYANAN JASA TIKI DI PERUMAHAN BUMI BEKASI BARU,RAWALUMBU

BAB I
PENDAHULUAN

Latar Belakang Masalah
            Di dalam dunia perekonomian seorang produsen atau perusahaan sekalipun bisa berkedudukan sebagai konsumen ketika mereka membelanjakan pendapatannya untuk membeli barang dan jasa demi keperluan konsumsi,maka ketika itu mereka termasuk kategori konsumen,bahkan seorang anak yang belum bekerja sekalipun baik secara langsung atau tidak langsung akan turut serta menentukan anggaran rumah tangga,maka anak itu juga disebut konsumen.
            Setiap konsumen akan membelanjakan atau mengalokasikan pendapatannya untuk dibelikan barang-barang konsumsi dan jasa-jasa konsumsi untuk memenuhi kebutuhannya. Teori kepuasan konsumen ini akan membahas bagaimana reaksi konsumen dalam kesediannya membeli suatu barang manakala terjadi perubahan harga dari barang yang bersangkutan dan ketika terjadi perubahan cita rasa konsumen itu sendiri terhadap produk atau jasa yang akan dibelinya.
            Pada dasarnya teori ekonomi didasarkan pada asumsi-asumsi tertentu yang diantaranya asumsi rasionalitas. Asumsi ini dalam teori konsumen diwujudkan dalam ungkapan bahwa konsumen akan senantiasa berusaha menggunakan pendapatannya yang jumlahnya terbatas untuk memperoleh kombinasi barang-barang dan jasa-jasa konsumsi yang menurut mereka akan memberikan kepuasan maksimal. Sedangkan pengertian kepuasan konsumen itu sendiri adalah hasil yang dirasakan oleh pembeli yang mengalami kinerja sebuah perusahaan yang sesuai dengan harapannya. Pelanggan merasa puas kalau harapan mereka terpenuhi, dan merasa amat gembira kalau harapan mereka terlampaui. Pelanggan yang puas cenderung tetap loyal lebih lama, membeli lebih banyak, kurang peka terhadap perubahan harga dan pembicaraannya menguntungkan perusahaan. Dalam rangka menciptakan kepuasan pelanggan, produk yang ditawarkan organisasi/perusahaan harus berkualitas. Kualitas mencerminkan semua dimensi penawaran produk yang menghasilkan manfaat (benefits) bagi pelanggan.
            Pemahaman akan perilaku konsumen adalah tugas penting bagi para pemasar. Para pemasar mencoba memahami perilaku pembelian konsumen agar mereka dapat menawarkan kepuasan yang lebih besar kepada konsumen. Tapi bagaimanapun juga ketidakpuasan konsumen sampai tingkat tertentu masih akan ada. Beberapa pemasar masih belum menerapkan konsep pemasaran sehingga pada akhirnya mereka tidak berorientasi pada konsumen dan tidak memandang kepuasan konsumen sebagai tujuan utama.
            Setiap perusahaan takala menjual produk-produknya akan dihadapkan dengan strategi maupun teknik penjualan yang bagus,sehingga komoditas yang ditawarkannya dapat terjual dengan baik. Adapun salah satu teknik penjualan yang dimaksud adalah terkait dengan bagaimana dan seberapa tinggi kualitas pelayanan yang diberikan terhadap konsumen. Kualitas pelayanan yang diberikan adalah merupakan kinerja terpenting oleh perusahaan bagi kepuasan konsumen atau pelanggan.
            Pada dasarnya kepuasan konsumen mencakup perbedaan antara tingkat kepentingan dan kinerja atau hasil yang dirasakannya. Dan hakikatnya kepuasan konsumen merupakan evaluasi purna beli dimana alternatif yang dipilih sekurang-kurangnya dapat memberikan hasil (outcome) sama atau melampaui harapan konsumen,sedangkan ketidakpuasan dapat terjadi apabila hasil yang diperoleh tidak memenuhi harapan yang diinginkan konsumen. Jadi,tingkat kepuasan merupakan fungsi dari perbedaan antara kinerja yang dirasakan oleh harapan,jika kinerja yang dirasakan dibawah harapan maka konsumen akan merasa tidak puas,sedangkan jika kinerja yang dirasakan sesuai dengan harapan maka konsumen akan merasa puas. Dan jika kinerja yang dirasakan melampaui harapan makan konsumen akan merasa sangat puas. Oleh karena itu,maka tidak ada pilihan lain bagi perusahaan agar harus memperhatikan hal-hal penting bagi konsumen,agar mereka merasakan kepuasan sebagaimana yang diharapkan.

            Pengiriman jasa TIKI merupakan salah satu tempat untuk pengiriman barang logistik yang menjadi salah satu perusahaan kurir ternama di indonesia. Oleh karena itu,berdasarkan uraian di atas maka judul penulisan ilmiah yang diambil oleh penulis adalah “KEPUASAN KONSUMEN TERHADAP PELAYANAN JASA TIKI DI PERUMAHAN BUMI BEKASI BARU,RAWALUMBU”.

Rumusan Masalah
Kepuasan konsumen memberikan gambaran tentang hasil dan perkembangan usaha jasa TIKI untuk mengetahui sejauh mana efisiensi pelayanan yang diberikan TIKI untuk melakukan kegiatan usahanya. Berdasarkan keterangan diatas maka dalam penulisan ilmiah ini,penulis memberikan rumusan masalah sebagai berikut:
1. Bagaimana pelayanan jasa TIKI pada bulan Juni-Juli 2014?
2. Apakah konsumen merasa puas terhadap pelayanan jasa TIKI?

Batasan Masalah
Dengan melihat tingkat pelayanan karyawan TIKI terhadap konsumen di tiap periode,maka dapat diketahui apakah pelayanan jasa TIKI dapat membuat konsumen merasa puas atau tidak puas. Sehingga pada penulisan ini,penulis memberikan batasan masalah pada kepuasan konsumen pada bulan Juni-Juli 2014 di Perumahan Bumi Bekasi Baru,Rawalumbu.

Tujuan Penelitian
Tujuan Penelitian diharapkan dapat dicapai dari penulisan ilmiah ini yaitu antara lain:
1.      Untuk mengetahui pelayanan jasa TIKI.
2.      Untuk mengetahui bagaimana tingkat kepuasan konsumen terhadap pelayanan jasa TIKI.

Manfaat Penelitian
Dari penelitian yang dilakukan oleh penulis diharapkan dapat diperoleh manfaat dan kegunaan penelitian sebagai berikut:
1.      Bagi peneliti
Berguna sebagai pemberitahuan dan masukan dari luar tentang Analisis Kepuasan Konsumen Terhadap Pelayanan Jasa TIKI.
2.      Bagi akademis
Penelitian ini berguna untuk memberikan masukan dari referensi kepada Mahasiswa Universitas Gunadarma Fakultas Ekonomi mengenai kepuasan konsumen khususnya terhadap pelayanan jasa TIKI.
3.      Bagi praktisi
Sebagai masukan bagi perusahaan bagaimana kepuasan konsumen terhadap pelayanan jasa TIKI.


BAB II
LANDASAN TEORI

            Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan sekunder dengan menyebarkan kuisioner kepada pelanggan jasa TIKI yang pernah datang untuk mengirim barang tersebut. Kuisioner tersebut dibagi kedalam lima dimensi yaitu:
a.       Tangibles ,bukti fisik yaitu kemampuan perusahaan dalam menunjukkan eksistensinya kepada pihak eksternal. Yang dimaksud bahwa penampilan dan kemampuan sarana dan prasarana fisik perusahaan dan keadaan lingkungan sekitarnya adalah bukti nyata dan pelayanan yang diberikan.
b.      Reliability ,kehandalan yaitu kemampuan perusahaan untuk memberikan pelayanan sesuai yang dijanjikan secara akurat dan terpercaya.
c.       Responsiveness ,ketanggapan yaitu suatu kemampuan untuk membantu dan memberikan pelayanan yang cepat dan tepat kepada pelanggan,dengan penyampaian informasi yang jelas.
d.      Assurance ,jaminan dan kepastian yaitu pengetahuan,kesopansantunan,dan kemampuan para pegawai perusahaan untuk menumbuhkan rasa percaya para pelanggan kepada perusahaan. Terdiri dari beberapa komponen antara lain komunikasi,kredibilitas,keamanan,kompetensi dan sopan santun.
e.       Empathy ,yaitu memberikan perhatian yang tulus dan bersifat individual atau pribadi yang diberikan kepada para pelanggan dengan berupaya memahami keinginan pelanggan. Sebagai contoh perusahaan harus mengetahui keinginan pelanggan secara spesifik dari bentuk fisik produk atau jasa sampai ke pendistribusian yang tepat.


BAB III
METODOLOGI PENELITIAN

            Penulis mengadakan proses pengumpulan data dengan cara field research (penelitian lapangan) yaitu mengumpulkan data dengan penelitian lapangan secara langsung terhadap objek yang diteliti dan penerapan beberapa metode antara lain:
1.      Wawancara : pengumpulan data yang dilakukan secara langsung berhadapan tatap muka dengan pemilik/karyawan TIKI cabang Perumahan Bumi Bekasi Baru,Rawalumbu
2.      Observasi : pengumpulan data melalui pengamatan langsung ke lokasi penelitian untuk mendapatkan informasi yang dibutuhkan yang berkaitan dengan tingkat kepuasan pelanggan.
3.      Kuisioner : metode pengumpulan data yang dioperasionalisasikan ke dalam bentuk pertanyaan dengan cara membagikan angket kepada responden untuk diisi guna mendapatkan informasi yang dibutuhkan.

Alat analisis yang digunakan
1.      Skala likert
Yaitu mengukur setiap pendapatan dan persepsi seseorang atau kelompok terntentu,fenomenal sosial jawaban tersebut dapat diskor (nilai). Biasanya menggunakan skala lima tingkat untuk memenuhi kepuasan pelanggan.
2.      Chi square
Uji chi square yaitu pengujian hipotesis mengenai perbandingan antara frekuensi observasi (Fo) atau yang benar-benar terjadi dengan frekuensi harapan (Fe).
Langkah-langkah analisis chi square adalah sebagai berikut:
a.       Menyusun hipotesis tentang populasi yaitu hipotesis nol disertai hipotesis alternatif.
b.      Menghitung frekuensi peristiwa dari kejadian-kejadian tertentu yang diharapkan dibawah hipotesis nol.
c.       Mencatat frekuensi peristiwa yang aktual dari kejadian-kejadian itu.
d.      Menghitung statistik chi square.
e.       Membandingkan statistik chi square dengan nilai kritis chi square dengan informasi taraf signifikasi a dengan derajat kebebasan lalu kemudian mengambil keputusan.
Dengan rumus sebagai berikut:
X² = S(Fo-Fe)²
Keterangan :
X² = Chi Square hitung
Dengan tingkat signifikan a = 5% = 0,05
Untuk mencari Fe digunakan rumus : Fe = Pr x Pc x n
Dimana :   
Pr = Proposi Baris Total Baris
Pc = Proposi Kolom
N = Jumlah Data

http://t2.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcQxjb0dXsC9hxx5q2WrZBUMV1SA17bMRKhAkkeq90tOH6ncxUM66w
Gambar kurva chi square

Kamis, 27 Maret 2014

TUGAS 2 SOFTSKILLS BAHASA INDONESIA 2 (Berpikir deduktif dan induktif)

1.    Berfikir Deduktif

·         Silogisme Kategorial
Silogisme kategorial disusun berdasarkan klasifikasi premis dan kesimpulan yang kategoris. Premis yang mengandung predikat dalam kesimpulan disebut premis mayor, sedangkan premis yang mengandung subjek dalam kesimpulan disebut premis minor.
Silogisme kategorial terjadi dari tiga proposisi, yaitu:
a)      Premis umum : Premis Mayor (My)
b)      Premis khusus :Premis Minor (Mn)
c)      Premis simpulan : Premis Kesimpulan (K)
Dalam simpulan terdapat subjek dan predikat. Subjek simpulan disebut term mayor, dan predikat simpulan disebut term minor.
Contoh silogisme Kategorial:
My       : Semua mahasiswa adalah lulusan SMA
Mn       : Bustomi adalah mahasiswa
K         : Bustomi lulusan MA

My       : Tidak ada manusia yang abadi
Mn       : Socrates adalah manusia
K         : Socrates tidak abadi

My       : Semua pelajar  memiliki buku tulis.
Mn       : Firman tidak memiliki buku tulis
K         : Firman bukan pelajar





·         Silogisme Hipotesis
Silogisme yang terdiri atas premis mayor yang berproposisi konditional hipotesis.
Konditional hipotesis yaitu, bila premis minornya membenarkan anteseden, simpulannya membenarkan konsekuen. Bila minornya menolak anteseden, simpulannya juga menolak konsekuen.
Contoh :
My       : Jika tidak ada udara, makhluk hidup akan mati.
Mn       : Udara tidak ada.
K         : Jadi, Makhluk hidup akan mati.

My       : Jika tidak ada udara, makhluk hidup akan mati.
Mn       : Makhluk hidup itu mati.
K         : Makhluk hidup itu tidak mendapat udara.

·         Silogisme Alternatif
Silogisme yang terdiri atas premis mayor berupa proposisi alternatif.
Proposisi alternatif yaitu bila premis minornya membenarkan salah satu alternatifnya.  Simpulannya akan menolak alternatif yang lain.

Contoh:
My       : Mirzal berada di Lenteng Agung atau Depok.
Mn       : Mirzal berada di Lenteng Agung.
K         : Jadi, Mirzal tidak berada di Depok.

My       : Mirzal berada di Lenteng Agung  atau Depok.
Mn       : Mmirzal tidak berada di Depok.
K         : Jadi, Mirzal berada di Lenteng Agung.

·         Silogisme Entimem
Silogisme ini jarang ditemukan dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam tulisan maupun lisan. Yang dikemukakan hanya premis minor dan simpulan.
Contoh:
- Dia menerima hadiah pertama karena dia telah menang dalam kuis itu.
- Anda telah memenangkan kuis ini, karena itu Anda berhak menerima hadiahnya.


2.    Berfikir Induktif

·         Generalisasi
Adalah suatu proses penalaran yang bertolak dari sejumlah fenomena individual (khusus) menuju kesimpulan umum yang mengikat selutuh fenomena sejenis dengan fenomena individual yang diselidiki.
Contoh :
a)      Tamara Bleszynski adalah bintang iklan, dan ia berparas cantik.
b)      Nia Ramadhani adalah bintang iklan, dan ia berparas cantik.
Generalisasi: Semua bintang sinetron berparas cantik.
Pernyataan “semua bintang sinetron berparas cantik” hanya memiliki kebenaran probabilitas karena belum pernah diselidiki kebenarannya.
Contoh kesalahannya:
a)      Omas juga bintang iklan, tetapi tidak berparas cantik.
Macam-macam generalisasi :
        i.            Generalisasi sempurna
Adalah generalisasi dimana seluruh fenomena yang menjadi dasar penyimpulan diselidiki.
Contoh: sensus penduduk


      ii.            Generalisasi tidak sempurna
Adalah generalisasi dimana kesimpulan diambil dari sebagian fenomena yang diselidiki diterapkan juga untuk semua fenomena yang belum diselidiki.
Contoh: Hampir seluruh pria dewasa di Indonesia senang memakai celana pantalon.
·         Prosedur pengujian generalisasi tidak sempurna
Generalisasi yang tidak sempurna juga dapat menghasilkan kebenaran apabila melalui prosedur pengujian yang benar.
Prosedur pengujian atas generalisasi tersebut adalah:
1)      Jumlah sampel yang diteliti terwakili.
2)      Sampel harus bervariasi.
3)      Mempertimbangkan hal-hal yang menyimpang dari fenomena umum/ tidak umum.

·         Pengertian Analogi
Analogi adalah membandingkan dua hal yang memiliki sifat sama.Cara ini berdasarkan pada sebuah asumsi bahwa jika sudah ada persamaan dalam berbagai segi,maka aka nada persamaan pula dalam bidang yang lain.
Contoh paragraph Analogi :
Deo adalah seorang mekanik handal yang masuk di sebuah perusahaan industry mesin.Deo adalah lulusan STM Berkah. Berkat dedikasi yang tinggi,perusahaan tersebut maju dengan pesat Dan ketika perusahaan tersebut membutuhkan tenaga kerja baru,mereka melihat irul yang juga lulusan dari STM Berkah yang memiliki keahlian yang juga tidak kalah dengan deo. Akhirnya, mereka merekrut irul untuk bekerja di perusahaan tersebut.


·         Pengertian Sebab-Akibat
Sebab-Akibat adalah penalaran yang di mulai dengan mengemukakan fakta yang berupa sebab dan sampai pada kesimpulan yang merupakan akibat.
Contoh paragraph sebab-akibat :
Deo adalah siswa yang pintar.Namun,dia malas mengerjakan tugas sekolah.Setiap ada pekerjaan rumah, deo jarang mengerjakan pekerjaan rumah tersebut.Dan ketika pembagian rapot,nilai deo banyak yang jelek dan orang tua deo memarahinya.


Senin, 10 Maret 2014

Tugas SOFTSKILLS Bahasa Indonesia semester 6

Tugas softskills BAHASA INDONESIA 2

Pengertian penalaran
Penalaran adalah proses berpikir yang bertolak dari pengamatan indera (pengamatan empirik) yang menghasilkan sejumlah konsep dan pengertian. Berdasarkan pengamatan yang sejenis juga akan terbentuk proposisi– proposisi yang sejenis, berdasarkan sejumlah proposisi yang diketahui atau dianggap benar, orang menyimpulkan sebuah proposisi baru yang sebelumnya tidak diketahui. Proses inilah yang disebut menalar.
Dalam penalaran, proposisi yang dijadikan dasar penyimpulan disebut dengan premis (antesedens) dan hasil kesimpulannya disebut dengan konklusi (consequence).

Proposisi
Proposisi ialah kalimat logika yang merupakan pernyataan tentang hubungan antara dua atau beberapa hal yang dapat dinilai benar atau salah. Dengan kata lain, Proporsisi sebagai pernyataan yang didalamnya manusia mengakui atau mengingkari sesuatu tentang sesuatu yang lain.
Proposisi adalah pernyataan tentang hubungan yang terdapat di antara subjek dan predikat. Dengan kata lain, proposisi adalah pernyataan yang lengkap dalam bentuk subjek-predikat atau term-term yang membentuk kalimat. Kaliimat Tanya,kalimat perintah, kalimat harapan , dan kalimat inversi tidak dapa disebut proposisi . Hanya kalimat berita yang netral yang dapat disebut proposisi. Tetapi kalimat-kalimat itu dapat dijadikan proposisi apabila diubah bentuknya menjadi kalimat berita yang netral.

Pengertian Evidensi
Evidensi adalah semua fakta yang ada, yang dihubung-hubungkan untuk membuktikan adanya sesuatu. Evidensi merupakan hasil pengukuan dan pengamatan fisik yang digunakan untuk memahami suatau fenomena. Evidensi sering juga disebut bukti empiris.

Cara menguji data
Data dan  informasi yang digunakan dalam penalaran harus merupakan fakta. Oleh karena itu perlu diadakan pengujian melalui cara-cara tertentu sehingga bahan-bahan yang merupakan fakta itu siap digunakan sebagai evidensi. Dibawah ini beberapa cara yang dapat digunakan untuk pengujian tersebut.
1.      Observasi
2.      Kesaksian
3.      Autoritas


Cara menguji fakta
Untuk menetapkan apakah data atau informasi yang kita peroleh itu merupakan fakta, maka harus diadakan penilaian. Penilaian tersebut baru merupakan penilaian tingkat pertama untuk mendapatkan keyakitan bahwa semua bahan itu adalah fakta, sesudah itu pengarang atau penulis harus mengadakan penilaian tingkat kedua yaitu dari semua fakta tersebut dapat digunakan sehingga benar-benar memperkuat kesimpulan yang akan diambil.

1.      Konsistensi
2.      Koherensi

Cara menguji autoritas
Seorang penulis yang objektif selalu menghidari semua desas-desus atau kesaksian dari tangan kedua. Penulis yang baik akan membedakan pula apa yang hanya merupakan pendapat saja atau pendapat yang sungguh-sungguh didasarkan atas penelitian atau data eksperimental.
1.      Tidak mengandung prasangka
2.      Pengalaman dan pendidikan autoritas
3.      Kemashuran dan prestise

4.      Koherensi dengan kemajuan


sumber : wikipedia.com

Kamis, 14 November 2013

tugas softskill PERILAKU KONSUMEN (RANGKUMAN)

PERILAKU KONSUMEN

Pengertian perilaku konsumen menurut Shiffman dan Knuk (2000) adalah “Consumer behavior can be definied as the behavior that customer display in searching for, purchasing, using,evaluating,and disposing of products,services,and ideas they expect will satisfy they needs”. Pengertian tersebut berarti perilaku yang diperhatikan konsumen dalam mencari,membeli,menggunakan,mengevaluasi dan mengabaikan produk,jasa,atau ide yang diharapkan dapat memuaskan konsumen untuk dapat memuaskan kebutuhannya dengan mengkonsumsi produk atau jasa yang ditawarkan.
Pengertian perilaku konsumen menurut Loudon dan Della Bitta (1993) adalah “Consumer behavior may be definied as the decision process and physical activity individuals engange in when evaluating,acquiring,using,or disposing of goods and services”. Dapat dijelaskan perilaku konsumen adalah proses pengambilan keputusan dan kegiatan fisik individu-individu yang semuanya melibatkan individu dalam menilai, mendapatkan, menggunakan, atau mengabaikan barang-barang dan jasa-jasa.
Menurut Ebert dan Griffin (1995) consumer behavior dijelaskan sebagai “The various facets of the decision of the decision process by which customers come to purchase and consume a product”. Dapat dijelaskan sebagai upaya konsumen untuk membuat keputusan tentang suatu produk yang dibeli dan dikonsumsi. Konsumen adalah setiap orang pemakai barang dan jasa yang tersedia dalam masyarakat,baik bagi kepentingan diri sendiri,keluarga,oranglain,maupun mahluk hidup lain dan tidak untuk diperdagangkan.
A.    Pendekatan Marginal Utility
Adalah pendekatan yang beranggapan bahwa kepuasan konsumen dapat diukur dengan satu satuan,misalnya uang. Marginal utility adalah tambahan atau pengurangan. Hukum Gossen (The Law of Diminishing Returns) berlaku menyatakan bahwa “Semakin banyak sesuatu barang dikonsumsi,maka tambahan kepuaan yang diperoleh dari setiap satuan tambahan yang dikonsumsi akan menurun”.
B.      Pendekatan Indifference Curve (Ordinal)
Adalah pendekatan yang beranggapan bahwa kepuasan konsumen hanya dapat dinyatakan lebih tinggi atau lebih rendah. Anggapan pendekatan ordinal adalah konsumen mempunyai pola preferensi akan barang-barang tertentu,konsumen mempunyai sejumlah uang tertentu,konsumen berusaha memaksimumkan kepuasan. Ciri-ciri Indifference Curve adalah turun dari kiri atas ke kanan bawah,cembung ke arah origin. Indifference curve yang satu dengan lainnya tidak pernah saling memotong. Indifference curve yang terletak di sebelah kanan atas menunjukkan tingkat kepuasan yang lebih tinggi dan sebalinya.
            Elastisitas adalah ukuran derajat kepekaan jumlah permintaan terhadap perubahan salah satu faktor yang mempegaruhi.


A.    Harga
Atau bisa disebut juga price elasticity adalah presentase perubahan kuantitas barang yang diminta sebagai akibat dari perubahan harga barang tersebut. Dalam menghitung koefisien elasisitas harga ada 2 cara yaitu: arc elasticity (elastisitas busur) dan point elasticity (elastisitas titik).
B.      Silang
Atau bisa disebut juga cross elasticity (elastisitas silang) adalah presentase perubahan jumlah yang diminta terhadap suatu barang sebagai akibat dari perubahan harga barang lain.
C.     Pendapatan
Atau bisa disebut juga dengan income elasticity (elastisitas pendapatan) addalah presentase perubahan kuantitas barang yang diminta sebagai akibat dari perubahana pendapatan riil. Macam-macam besaran elastisitas : elastisitas penerimaan,permintaan dari total penerimaan,penerimaan,silang,penawaran,fisika dasar,harga dari permintaan.

PERILAKU PRODUSEN
            Produsen adalah badan yang membuat suatu yang baik melalui sebuah proses yang melihatkan bahan baku,komponen,atau rakitan,biasanya ada besar besaran dengan berbagai operasi yang berbeda dibagi antara pekerja.
            Produksi merupakan suatu kegiatan yang yang dikerjakan untuk menambah nilai guna suatu benda atau menciptakan benda baru sehingga lebih bermanfaat dalam memenuhi kebutuhan. Kegiatan menambah daya guna suatu benda tanpa mengubah bentuknya dinamakan produksi jasa.
            Faktor produksi adalah sumber daya yang digunakan dalam sebuah proses produksi barang dan jasa.
Fungsi Produksi
            Adalah fungsi yang menunjukkan hubungan antara berbagai kombinasi input yang digunakan untuk menghasilkan output. Asumsi dasar untuk menjelaskan fungsi produksi adalah berlakunya “The law of diminishing returns” yang menyatakan apabila suatu input ditambahkan dan input lain tetap maka tambahan output dari setiap tambahan satu unit input yang ditambahkan mula-mula menaik,tapi pada suatu tingkat tertentu akan menurun jika input tambahan tersebut terus menerus ditambahkan.
Mengoptimalkan dan Memaksimalkan Produksi
            Adalah upaya meningkatkan nilai dari suatu produksi,seperti meningkatkan kualitas produksi,jumlah produksi,manfaat produksi,bentuk fisik produksi,dsb.

Tingkat Biaya Produksi Yang Optimal
            Atau bisa disebut Economic Production Quantitiy (EPQ) adalah sejumlah produksi tertentu yang dihasilkan dengan meminimumkan total biaya persediaan (Yamit,2000). Metode EPQ dapat dicapai apabila besarnya biaya persiapan (set up cost) dan biaya penyimpanan (carrying cost) yang dikeluarkan jumlahnya minimum. Artinya,tingkat produksi optimal akan memberikan total biaya persediaan atau total inventori cost (TIC) minimum. Metode EPQ mempertimbangkan tingkat persediaan barang jadi dan permintaan produk jadi. Metode ini juga mempertimbangkan jumlah persiapan produksi yang berpengaruh terhadap biaya persiapan.
Penentuan Volume Biaya Produksi Yang Optimal
            Menurut Riyanto (2001),penentuan jumlah produk optimal hanya memeperhatikan biaya variabel saja.

PENGANTAR TEORI MIKRO EKONOMI
Perilaku konsumen
            Teori perilaku konsumen yaitu teori yang menerangkan perilaku pembeli-pembeli didalam menggunakan dan membelanjakan pendapatan yang diperolehnya. Seorang konsumen yang rasional akan berusaha memaksimumkan kepuasan dalam menggunakan pendapatannya untuk membeli barang dan jasa. Analisis ekonomi yang menerangkan tingkah laku konsumen dalam membuat pilihan tersebut dibedakan kepada 2 bentuk analisis:
1)      Teori nilai guna atau utility : kalau kepuasan itu semakin tinggi maka makin tinggilah nilai gunanya atau utilitynya.
2)      Analisis kepuasan sama : suatu kurva yang menggambarkan gabungan barang-barang yang akan memberikan kepuasan yang sama besarnya.
Pendekatan perilaku konsumen
            Teori tingkah laku konsumen dapat dibedakan dalam 2 macam pendekatan :
1)      Pendekatan nilai guna cardinal
2)      Pendekatan nilai guna ordinal
Kepuasan konsumen
            Seorang konsumen akan mencapai kepuasan yang maximum apabila ia mencapai titik dimana garis anggaran pengeluaran menyinggung kurva kepuasan sama.



PERILAKU KONSUMEN
            Pengertian konsumen adalah orang yang membeli barang dagangan kepada produsen yang menyediakan barang dagangannya. Adapun perilaku konsumen adalah proses dan aktivitas ketika seseorang berhubungan dengan pencarian, pemilihan, pembelian, penggunan, serta pengevaluasian produk dan jasa demi memenuhi kebutuhan dan keinginan.
            Adapun pendekatan dalam meneliti perilaku konsumen. Ada 3 pendekatan utama dalam meneliti perilaku konsumen,diantaranya yaitu :
·         Pendekatan pertama adalah pendekatan interpretif. Pendekatan ini menggali secara mendalam perilaku konsumsi dan hal yang mendasarinya.
·         Pendekatan kedua adalah pendekatan tradisional yang didasari pada teori dan metode dari ilmu psikologi kognitif,sosial,dan behavioral serta dari ilmu sosiologi.
·         Pendekatan ketiga disebut sebagai sains marketing yang didasari pada teori dan metode dari ilmu ekonomi dan statistika.
Ketiga pendekatan sama-sama memiliki nilai dan tinggi dan memberikan pemahaman atas perilaku konsumen dan strategi marketing dari sudut pandang dan tingkatan analisi yang berbeda.
            Dalam buku marketing management  : Twelfth Edition oleh Philip Kolter dan Kevin Lane Keller pada tahun 2006,perilaku pembelian konsumen sebenarnya dipengaruhi oleh faktor-faktor budaya,sosial,pribadi,dan psikologis.

            Titik awal untuk memahami perilaku konsumen adalah adanya rangsangan pemasaran luar seperti ekonomi,teknologi,politik,budaya. Tugas pemasar adalah memahami apa yang terjadi dalam kesadaran konsumen antara datangnya rangsangan pemasaran luar dengan keputusan pembelian akhir. Empat proses psikologis (motivasi,persepsi,ingatan dan pembelanjaran) secara fundamental,mempengaruhi tanggapan konsumen terhadap rangsangan pemasaran.