Sabtu, 27 September 2014

SOFTSKILLS BAB 1 (Semester 7)

Teoritika Etika Bisnis

1.    Teori Pengertian Etika

·        Menurut Kamus Besar Bhs. Indonesia (1995) Etika adalah Nilai mengenai benar dan salah yang dianut suatu golongan atau masyarakat
·        Etika adalah Ilmu tentang apa yang baik dan yang buruk, tentang hak dan kewajiban moral
·        Menurut Maryani & Ludigdo (2001) “Etika adalah Seperangkat aturan atau norma atau pedoman yang mengatur perilaku manusia, baik yang harus dilakukan maupun yang harus ditinggalkan yang di anut oleh sekelompok atau segolongan masyarakat atau profesi”
Dari asal usul kata, Etika berasal dari bahasa Yunani ‘ethos’ yang berarti adat istiadat/ kebiasaan yang baik Perkembangan etika yaitu Studi tentang kebiasaan manusia berdasarkan kesepakatan, menurut ruang dan waktu yang berbeda, yang menggambarkan perangai manusia dalam kehidupan pada umumnya.
·        Etika disebut juga filsafat moral adalah cabang filsafat yang berbicara tentang praxis (tindakan) manusia.
·        Etika tidak mempersoalkan keadaan manusia, melainkan mempersoalkan bagaimana manusia harus bertindak.
     Berikut macam-macam norma : 
a.       Norma Khusus : adalah adalah aturan yang berlaku dalam bidang kegiatan atau kehidupan khusus, misalnya aturan olah raga, aturan pendidikan dan lain-lain.
b.      Norma Umum : lebih bersifat umum dan sampai pada tingkat tertentu boleh dikatakan bersifat universal.
c.       Norma Sopan Santun : adalah norma yang mengatur pola perilaku dan sikap lahiriah dalam pergaulan sehari-hari.
d.      Norma Hukum : adalah norma yang dituntut keberlakuannya secara tegas oleh masyarakat karena dianggap perlu dan niscaya demi keselamatan dan kesejahteraan manusia dalam kehidupan bermasyarakat.
e.       Norma Moral : yaitu aturan mengenai sikap dan perilaku manusia sebagai manusia.


1)      Etika Teleologi
Berasal dari kata Yunani,  telos = tujuan, Mengukur baik buruknya suatu tindakan berdasarkan tujuan yang mau dicapai dengan tindakan itu, atau berdasarkan akibat yang ditimbulkan oleh tindakan itu.

Dua aliran Teleologi , yaitu :
a.      Egoisme Etis 
Inti pandangan egoisme adalah bahwa tindakan dari setiap orang pada dasarnya bertujuan   untuk mengejar pribadi dan memajukan dirinya sendiri.
b.      Utilitarianisme
Berasal dari bahasa latin utilis yang berarti “bermanfaat”. Menurut teori ini suatu perbuatan adalah baik jika membawa manfaat, tapi manfaat itu harus menyangkut bukan saja  satu dua orang melainkan masyarakat sebagai keseluruhan. Utilitarianisme, dibedakan menjadi dua macam :
·         Utilitarianisme Perbuatan (Act Utilitarianism)
·         Utilitarianisme Aturan (Rule Utilitarianism)

2)      Etika Deontologi
Istilah deontologi berasal dari kata  Yunani ‘deon’ yang berarti kewajiban.
Mengapa perbuatan ini baik dan perbuatan itu harus ditolak sebagai buruk’, deontologi menjawab : ‘karena perbuatan pertama menjadi kewajiban  kita dan karena perbuatan kedua dilarang’.

2.  Bisnis Sebuah Profesi Etis
Bisnis, bisa menjadi sebuah profesi etis, bila ;
a.       Ditunjang oleh sistem politik ekonomi yang kondusif
·       aturan yang jelas dan fair
·       kepastian keberlakuan aturan tersebut
·       aturan hukum yang mengatur kegiatan bisnis
·       sistem pemerintahan yang adil dan efektif
b.      Prinsip-prinsip etis untuk berbisnis yang baik


1)      Etika Terapan
Secara umum Etika dibagi menjadi :
·         Etika Umum
Etika Umum berbicara mengenai norma dan nilai moral, kondisi-kondisi dasar bagi manusia untuk bertindak secara etis, bagaimana manusia mengambil keputusan etis, teori-teori etika, lembaga-lembaga normatif dan semacamnya.
·         Etika Khusus
Etika Khusus adalah penerapan prinsip-prinsip atau norma-norma moral dasar dalam bidang kehidupan yang khusus.
Etika sebagai Refleksi adalah pemikiran moral.
Dalam etika sebagai refleksi kita berfikir tentang apa yang dilakukan dari khususnya tentang apa yang harus dilakukan atau tidak boleh dilakukan.
Etika sebagai refleksi menyoroti dan menilai baik buruknya perilaku orang. Etika dalam arti ini dapat dijalankan pada taraf populer maupun ilmiah
Etika Khusus dibagi menjadi 3 :
1.      Etika Individual
Etika Individual lebih menyangkut kewajiban dan sikap manusia terhadap dirinya sendiri.
2.      Etika Sosial
Etika Sosial berbicara mengenai kewajiban dan hak, sikap dan pola perilaku manusia sebagai makhluk sosial dalam interaksinya dengan sesamanya. Etika individual dan etika sosial berkaitan erat satu sama lain.
3.      Etika Lingkungan hidup
Etika Lingkungan Hidup berbicara mengenai hubungan antara manusia baik sebagai kelompok dengan lingkungan alam yang lebih luas dalam totalitasnya, dan juga hubungan antara manusia yang satu dengan manusia yang lainnya yang berdampak langsung atau tidak langsung pada lingkungan hidup secara keseluruhan





2)      Etika Profesi
Pengertian Profesi
Profesi dapat dirumuskan sebagai pekerjaan yang dilakukan sebagai nafkah hidup dengan mengandalkan keahlian dan keterampilan yang tinggi dan dengan melibatkan komitmen pribadi (moral) yang mendalam.
Orang Profesional adalah orang yang melakukan suatu pekerjaan purna waktu dan hidup dari pekerjaan itu dengan mengandalkan keahlian dan ketrampilan yang tinggi serta punya komitmen pribadi yang mendalam atas pekerjaannya itu. Atau
Orang yang profesional adalah orang yg melakukan suatu pekerjaan karena ahli di bidang tersebut dan meluangkan seluruh waktu, tenaga, dan perhatiannya untuk pekerjan tersebut.

 Ciri-ciri Profesi
·         Adanya keahlian dan ketrampilan khusus
·         Adanya komitmen moral yang tinggi
·         Biasanya orang yang profesional adalah orang yang hidup dari profesinya
·         Pengabdian kepada masyarakat
·         Pada profesi luhur biasanya ada izin khusus untuk menjalankan profesi tersebut.
·         Kaum profesional biasanya menjadi anggota dari suatu organisasi profesi

3)      Menuju Bisnis sebagai Profesi Luhur

Sesungguhnya bisnis bukanlah merupakan profesi, kalau bisnis dianggap sebagai pekerjaan kotor, kedati kata profesi, profesional dan profesionalisme sering begitu diobral dalam kaitan dengan kegiatan bisnis. Namun dipihak lain tidak dapat disangkal bahwa ada banyak orang bisnis dan juga perusahaan yang sangat menghayati pekerjaan dan kegiatan bisnisnya sebagai sebuah profesi. Mereka tdk hanya mempunyai keahlian dan ketrampilan yg tinggi tapi punya komitmen moral yg mendalam. Karena itu, bukan tdk mungkin bahwa bisnis pun dapat menjadi sebuah profesi dlm pengertian sebenar-benarnya bahkan menjadi sebuah profesi luhur.

Kamis, 15 Mei 2014

Tugas cerpen softskills bahasa indonesia 2

Permintaan Ibu

            Aku tidak tahan lagi. Ibu barusan memarahiku karena aku terlambat pulang sejam dari janji yang aku berikan.
            “Gimana ibu bisa ngebiarin kamu pergi sendirian kalau kamu nggak bisa pegang janji? Kamu bilang cuma telat sejam, tapi kamu nggak tau kan, ibu stress selama sejam nungguin kamu pulang. Mana kamu tidak bisa ditelpon lagi! Mulai sekarang nggak ada lagi pergi sen-pergi sendiri!” kata ibu setengah berteriak.
            Ah! Aku juga ingin berteriak! Ingin bilang kalau sejam itu karena macet di jalan, bukan karena aku ingin berlama-lama dirumah sinta. Ingin bilang, kalau handphone tidak bisa dihubungi karena jaringan sedang error, itu bukan kesalahanku. Ingin bilang, dari seribu janji pulang tepat waktu, bisa dihitung dengan jari aku terlambat. Dan, kali ini Cuma sejam! Dan masih terang diluar sana, baru jam 5 sore!
            Tapi ibu mana mau ngerti, ulang tahun ke 20, 2 bulan yang lalu terlewati tanpa tambahan cap bahwa aku sudah dewasa, bisa dipercaya dan lebih bebas main. Tapi tetap saja jam mainku dibatasi, bahkan meski besok libur! Aku langsung masuk kamar, kesal sekali rasanya. Menyebalkan, menjadi seseorang yang tidak pernah dipercaya.
            Tak lama aku mendengar pintu kamar terbuka. Aku tetap menutup muka dengan selimut. Malas bertemu siapapun rasanya.
            “Maafin ibu yaa”
            Oh, ibu ternyata. Eh tapi apa aku tidak salah dengar, ibu minta maaf? Aku langsung mengangkat selimut, duduk dan mendapati ibu sudah berdiri di ujung tempat tidur. Ibu melihatku dengan tatapan menyesalnya.
            “Tadi ibu ngobrol di telpon sama ibunya sinta, katanya kamu pulang duluan karena sudah janji sama ibu mau pulang jam 4, padahal diskusi kamu belum selesai. Kamu lama menunggu taksi dan jalanan juga lagi macet-macetnya, jadi sampai rumah kamu terlambat. Kenapa tadi nggak ngejelasin ke ibu alasannya?”
            “Aku nggak yakin ibu mau denger. Ibu kan nggak pernah dengerin aku...” kataku datar. Ibu pun terdiam.
            “Ibu nggak mau ada yang nyakitin kamu, ibu mau kamu tetap aman, ibu takut kamu kenapa-kenapa diluar sana...”
            “Aku tau bu. Tapi kan ibu udah kenal semua temanku, ibu juga tau nomer telpon mereka, ibu juga tau aku pergi kemana dan sama siapa. Aku ga pernah pergi seenaknya, bu...”
            “Iya tapi susah sekali ngilangin rasa was-was ibu. Ngebiarin kamu pergi diluar jam kuliah selalu ngebuat ibu senewen, ngebuat ibu selalu mau telpon kamu terus”
            Aku terdiam. Yah, mau bilang apa lagi? Toh nantinya juga nggak ada perubahan.
            “Tapi ibu mau mulai belajar ngendaliin diri dan ngelonggarin peraturan” kata ibu sambil tersenyum.
            “Caranya?” kataku ragu.
            “Ibu mengijinkan kamu main lebih lama dan kita akan bikin peraturan baru untuk itu. Tapi kamu harus sabar kalau ibu telpon kamu terus-terusan kalau senewen ibu dateng. Meski kamu lagi jalan-jalan, belanja, atau makan sama teman-teman kamu” kata ibu, tetap dengan tersenyum. “Bantu ibu supaya bisa lebih percaya sama kamu”
            Aku terdiam. Sebenarnya itu sudah terjadi. Dalam setengah jam, ibu bisa telepon dan sms berkali-kali. Artinya, kesabaran aku sudah teruji. Tetapi membiarkan aku berkumpul lebih lama dengan teman-teman? Itu berita baru! Aku menganggung mantap, setuju!
            “Oke kalau gitu, malam ini kita makan diluar” kata ibu sambil berbalik dan berjalan keluar kamar.
            “Emang ada acara apa bu?” tanyaku bingung. Makan malam diluar hanya terjadi saat hari-hari istimewa atau weekend saja dirumahku.
            “Ngerayain karena ibu udah ngelonggarin peraturan main kamu dong!” kata ibu sambil menoleh ke arahku, tersenyum. “Ayo, siap-siap. Kamu telpon ayah ya, pulang kerja langsung ke resto langganan aja, kita ketemuan sama ayah disana. Ibu mau ngasih tau adik-adikmu supaya siap-siap juga” kata ibu sambil menutup pintu kamarku.

            Aku tertawa, senaaaaaaang!! Entah seberapa sabar nanti aku menghadapi teror telpon ibu. Kejutan bahwa ibu mulai sekarang mempercayaiku lebih berarti untukku. Aku segera meraih handphone, menelepon papa.

Jumat, 02 Mei 2014

softskills nahasa indonesia 2 (proposal penelitian)

ANALISIS KEPUASAN KONSUMEN TERHADAP PELAYANAN JASA TIKI DI PERUMAHAN BUMI BEKASI BARU,RAWALUMBU

BAB I
PENDAHULUAN

Latar Belakang Masalah
            Di dalam dunia perekonomian seorang produsen atau perusahaan sekalipun bisa berkedudukan sebagai konsumen ketika mereka membelanjakan pendapatannya untuk membeli barang dan jasa demi keperluan konsumsi,maka ketika itu mereka termasuk kategori konsumen,bahkan seorang anak yang belum bekerja sekalipun baik secara langsung atau tidak langsung akan turut serta menentukan anggaran rumah tangga,maka anak itu juga disebut konsumen.
            Setiap konsumen akan membelanjakan atau mengalokasikan pendapatannya untuk dibelikan barang-barang konsumsi dan jasa-jasa konsumsi untuk memenuhi kebutuhannya. Teori kepuasan konsumen ini akan membahas bagaimana reaksi konsumen dalam kesediannya membeli suatu barang manakala terjadi perubahan harga dari barang yang bersangkutan dan ketika terjadi perubahan cita rasa konsumen itu sendiri terhadap produk atau jasa yang akan dibelinya.
            Pada dasarnya teori ekonomi didasarkan pada asumsi-asumsi tertentu yang diantaranya asumsi rasionalitas. Asumsi ini dalam teori konsumen diwujudkan dalam ungkapan bahwa konsumen akan senantiasa berusaha menggunakan pendapatannya yang jumlahnya terbatas untuk memperoleh kombinasi barang-barang dan jasa-jasa konsumsi yang menurut mereka akan memberikan kepuasan maksimal. Sedangkan pengertian kepuasan konsumen itu sendiri adalah hasil yang dirasakan oleh pembeli yang mengalami kinerja sebuah perusahaan yang sesuai dengan harapannya. Pelanggan merasa puas kalau harapan mereka terpenuhi, dan merasa amat gembira kalau harapan mereka terlampaui. Pelanggan yang puas cenderung tetap loyal lebih lama, membeli lebih banyak, kurang peka terhadap perubahan harga dan pembicaraannya menguntungkan perusahaan. Dalam rangka menciptakan kepuasan pelanggan, produk yang ditawarkan organisasi/perusahaan harus berkualitas. Kualitas mencerminkan semua dimensi penawaran produk yang menghasilkan manfaat (benefits) bagi pelanggan.
            Pemahaman akan perilaku konsumen adalah tugas penting bagi para pemasar. Para pemasar mencoba memahami perilaku pembelian konsumen agar mereka dapat menawarkan kepuasan yang lebih besar kepada konsumen. Tapi bagaimanapun juga ketidakpuasan konsumen sampai tingkat tertentu masih akan ada. Beberapa pemasar masih belum menerapkan konsep pemasaran sehingga pada akhirnya mereka tidak berorientasi pada konsumen dan tidak memandang kepuasan konsumen sebagai tujuan utama.
            Setiap perusahaan takala menjual produk-produknya akan dihadapkan dengan strategi maupun teknik penjualan yang bagus,sehingga komoditas yang ditawarkannya dapat terjual dengan baik. Adapun salah satu teknik penjualan yang dimaksud adalah terkait dengan bagaimana dan seberapa tinggi kualitas pelayanan yang diberikan terhadap konsumen. Kualitas pelayanan yang diberikan adalah merupakan kinerja terpenting oleh perusahaan bagi kepuasan konsumen atau pelanggan.
            Pada dasarnya kepuasan konsumen mencakup perbedaan antara tingkat kepentingan dan kinerja atau hasil yang dirasakannya. Dan hakikatnya kepuasan konsumen merupakan evaluasi purna beli dimana alternatif yang dipilih sekurang-kurangnya dapat memberikan hasil (outcome) sama atau melampaui harapan konsumen,sedangkan ketidakpuasan dapat terjadi apabila hasil yang diperoleh tidak memenuhi harapan yang diinginkan konsumen. Jadi,tingkat kepuasan merupakan fungsi dari perbedaan antara kinerja yang dirasakan oleh harapan,jika kinerja yang dirasakan dibawah harapan maka konsumen akan merasa tidak puas,sedangkan jika kinerja yang dirasakan sesuai dengan harapan maka konsumen akan merasa puas. Dan jika kinerja yang dirasakan melampaui harapan makan konsumen akan merasa sangat puas. Oleh karena itu,maka tidak ada pilihan lain bagi perusahaan agar harus memperhatikan hal-hal penting bagi konsumen,agar mereka merasakan kepuasan sebagaimana yang diharapkan.

            Pengiriman jasa TIKI merupakan salah satu tempat untuk pengiriman barang logistik yang menjadi salah satu perusahaan kurir ternama di indonesia. Oleh karena itu,berdasarkan uraian di atas maka judul penulisan ilmiah yang diambil oleh penulis adalah “KEPUASAN KONSUMEN TERHADAP PELAYANAN JASA TIKI DI PERUMAHAN BUMI BEKASI BARU,RAWALUMBU”.

Rumusan Masalah
Kepuasan konsumen memberikan gambaran tentang hasil dan perkembangan usaha jasa TIKI untuk mengetahui sejauh mana efisiensi pelayanan yang diberikan TIKI untuk melakukan kegiatan usahanya. Berdasarkan keterangan diatas maka dalam penulisan ilmiah ini,penulis memberikan rumusan masalah sebagai berikut:
1. Bagaimana pelayanan jasa TIKI pada bulan Juni-Juli 2014?
2. Apakah konsumen merasa puas terhadap pelayanan jasa TIKI?

Batasan Masalah
Dengan melihat tingkat pelayanan karyawan TIKI terhadap konsumen di tiap periode,maka dapat diketahui apakah pelayanan jasa TIKI dapat membuat konsumen merasa puas atau tidak puas. Sehingga pada penulisan ini,penulis memberikan batasan masalah pada kepuasan konsumen pada bulan Juni-Juli 2014 di Perumahan Bumi Bekasi Baru,Rawalumbu.

Tujuan Penelitian
Tujuan Penelitian diharapkan dapat dicapai dari penulisan ilmiah ini yaitu antara lain:
1.      Untuk mengetahui pelayanan jasa TIKI.
2.      Untuk mengetahui bagaimana tingkat kepuasan konsumen terhadap pelayanan jasa TIKI.

Manfaat Penelitian
Dari penelitian yang dilakukan oleh penulis diharapkan dapat diperoleh manfaat dan kegunaan penelitian sebagai berikut:
1.      Bagi peneliti
Berguna sebagai pemberitahuan dan masukan dari luar tentang Analisis Kepuasan Konsumen Terhadap Pelayanan Jasa TIKI.
2.      Bagi akademis
Penelitian ini berguna untuk memberikan masukan dari referensi kepada Mahasiswa Universitas Gunadarma Fakultas Ekonomi mengenai kepuasan konsumen khususnya terhadap pelayanan jasa TIKI.
3.      Bagi praktisi
Sebagai masukan bagi perusahaan bagaimana kepuasan konsumen terhadap pelayanan jasa TIKI.


BAB II
LANDASAN TEORI

            Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan sekunder dengan menyebarkan kuisioner kepada pelanggan jasa TIKI yang pernah datang untuk mengirim barang tersebut. Kuisioner tersebut dibagi kedalam lima dimensi yaitu:
a.       Tangibles ,bukti fisik yaitu kemampuan perusahaan dalam menunjukkan eksistensinya kepada pihak eksternal. Yang dimaksud bahwa penampilan dan kemampuan sarana dan prasarana fisik perusahaan dan keadaan lingkungan sekitarnya adalah bukti nyata dan pelayanan yang diberikan.
b.      Reliability ,kehandalan yaitu kemampuan perusahaan untuk memberikan pelayanan sesuai yang dijanjikan secara akurat dan terpercaya.
c.       Responsiveness ,ketanggapan yaitu suatu kemampuan untuk membantu dan memberikan pelayanan yang cepat dan tepat kepada pelanggan,dengan penyampaian informasi yang jelas.
d.      Assurance ,jaminan dan kepastian yaitu pengetahuan,kesopansantunan,dan kemampuan para pegawai perusahaan untuk menumbuhkan rasa percaya para pelanggan kepada perusahaan. Terdiri dari beberapa komponen antara lain komunikasi,kredibilitas,keamanan,kompetensi dan sopan santun.
e.       Empathy ,yaitu memberikan perhatian yang tulus dan bersifat individual atau pribadi yang diberikan kepada para pelanggan dengan berupaya memahami keinginan pelanggan. Sebagai contoh perusahaan harus mengetahui keinginan pelanggan secara spesifik dari bentuk fisik produk atau jasa sampai ke pendistribusian yang tepat.


BAB III
METODOLOGI PENELITIAN

            Penulis mengadakan proses pengumpulan data dengan cara field research (penelitian lapangan) yaitu mengumpulkan data dengan penelitian lapangan secara langsung terhadap objek yang diteliti dan penerapan beberapa metode antara lain:
1.      Wawancara : pengumpulan data yang dilakukan secara langsung berhadapan tatap muka dengan pemilik/karyawan TIKI cabang Perumahan Bumi Bekasi Baru,Rawalumbu
2.      Observasi : pengumpulan data melalui pengamatan langsung ke lokasi penelitian untuk mendapatkan informasi yang dibutuhkan yang berkaitan dengan tingkat kepuasan pelanggan.
3.      Kuisioner : metode pengumpulan data yang dioperasionalisasikan ke dalam bentuk pertanyaan dengan cara membagikan angket kepada responden untuk diisi guna mendapatkan informasi yang dibutuhkan.

Alat analisis yang digunakan
1.      Skala likert
Yaitu mengukur setiap pendapatan dan persepsi seseorang atau kelompok terntentu,fenomenal sosial jawaban tersebut dapat diskor (nilai). Biasanya menggunakan skala lima tingkat untuk memenuhi kepuasan pelanggan.
2.      Chi square
Uji chi square yaitu pengujian hipotesis mengenai perbandingan antara frekuensi observasi (Fo) atau yang benar-benar terjadi dengan frekuensi harapan (Fe).
Langkah-langkah analisis chi square adalah sebagai berikut:
a.       Menyusun hipotesis tentang populasi yaitu hipotesis nol disertai hipotesis alternatif.
b.      Menghitung frekuensi peristiwa dari kejadian-kejadian tertentu yang diharapkan dibawah hipotesis nol.
c.       Mencatat frekuensi peristiwa yang aktual dari kejadian-kejadian itu.
d.      Menghitung statistik chi square.
e.       Membandingkan statistik chi square dengan nilai kritis chi square dengan informasi taraf signifikasi a dengan derajat kebebasan lalu kemudian mengambil keputusan.
Dengan rumus sebagai berikut:
X² = S(Fo-Fe)²
Keterangan :
X² = Chi Square hitung
Dengan tingkat signifikan a = 5% = 0,05
Untuk mencari Fe digunakan rumus : Fe = Pr x Pc x n
Dimana :   
Pr = Proposi Baris Total Baris
Pc = Proposi Kolom
N = Jumlah Data

http://t2.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcQxjb0dXsC9hxx5q2WrZBUMV1SA17bMRKhAkkeq90tOH6ncxUM66w
Gambar kurva chi square

Kamis, 27 Maret 2014

TUGAS 2 SOFTSKILLS BAHASA INDONESIA 2 (Berpikir deduktif dan induktif)

1.    Berfikir Deduktif

·         Silogisme Kategorial
Silogisme kategorial disusun berdasarkan klasifikasi premis dan kesimpulan yang kategoris. Premis yang mengandung predikat dalam kesimpulan disebut premis mayor, sedangkan premis yang mengandung subjek dalam kesimpulan disebut premis minor.
Silogisme kategorial terjadi dari tiga proposisi, yaitu:
a)      Premis umum : Premis Mayor (My)
b)      Premis khusus :Premis Minor (Mn)
c)      Premis simpulan : Premis Kesimpulan (K)
Dalam simpulan terdapat subjek dan predikat. Subjek simpulan disebut term mayor, dan predikat simpulan disebut term minor.
Contoh silogisme Kategorial:
My       : Semua mahasiswa adalah lulusan SMA
Mn       : Bustomi adalah mahasiswa
K         : Bustomi lulusan MA

My       : Tidak ada manusia yang abadi
Mn       : Socrates adalah manusia
K         : Socrates tidak abadi

My       : Semua pelajar  memiliki buku tulis.
Mn       : Firman tidak memiliki buku tulis
K         : Firman bukan pelajar





·         Silogisme Hipotesis
Silogisme yang terdiri atas premis mayor yang berproposisi konditional hipotesis.
Konditional hipotesis yaitu, bila premis minornya membenarkan anteseden, simpulannya membenarkan konsekuen. Bila minornya menolak anteseden, simpulannya juga menolak konsekuen.
Contoh :
My       : Jika tidak ada udara, makhluk hidup akan mati.
Mn       : Udara tidak ada.
K         : Jadi, Makhluk hidup akan mati.

My       : Jika tidak ada udara, makhluk hidup akan mati.
Mn       : Makhluk hidup itu mati.
K         : Makhluk hidup itu tidak mendapat udara.

·         Silogisme Alternatif
Silogisme yang terdiri atas premis mayor berupa proposisi alternatif.
Proposisi alternatif yaitu bila premis minornya membenarkan salah satu alternatifnya.  Simpulannya akan menolak alternatif yang lain.

Contoh:
My       : Mirzal berada di Lenteng Agung atau Depok.
Mn       : Mirzal berada di Lenteng Agung.
K         : Jadi, Mirzal tidak berada di Depok.

My       : Mirzal berada di Lenteng Agung  atau Depok.
Mn       : Mmirzal tidak berada di Depok.
K         : Jadi, Mirzal berada di Lenteng Agung.

·         Silogisme Entimem
Silogisme ini jarang ditemukan dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam tulisan maupun lisan. Yang dikemukakan hanya premis minor dan simpulan.
Contoh:
- Dia menerima hadiah pertama karena dia telah menang dalam kuis itu.
- Anda telah memenangkan kuis ini, karena itu Anda berhak menerima hadiahnya.


2.    Berfikir Induktif

·         Generalisasi
Adalah suatu proses penalaran yang bertolak dari sejumlah fenomena individual (khusus) menuju kesimpulan umum yang mengikat selutuh fenomena sejenis dengan fenomena individual yang diselidiki.
Contoh :
a)      Tamara Bleszynski adalah bintang iklan, dan ia berparas cantik.
b)      Nia Ramadhani adalah bintang iklan, dan ia berparas cantik.
Generalisasi: Semua bintang sinetron berparas cantik.
Pernyataan “semua bintang sinetron berparas cantik” hanya memiliki kebenaran probabilitas karena belum pernah diselidiki kebenarannya.
Contoh kesalahannya:
a)      Omas juga bintang iklan, tetapi tidak berparas cantik.
Macam-macam generalisasi :
        i.            Generalisasi sempurna
Adalah generalisasi dimana seluruh fenomena yang menjadi dasar penyimpulan diselidiki.
Contoh: sensus penduduk


      ii.            Generalisasi tidak sempurna
Adalah generalisasi dimana kesimpulan diambil dari sebagian fenomena yang diselidiki diterapkan juga untuk semua fenomena yang belum diselidiki.
Contoh: Hampir seluruh pria dewasa di Indonesia senang memakai celana pantalon.
·         Prosedur pengujian generalisasi tidak sempurna
Generalisasi yang tidak sempurna juga dapat menghasilkan kebenaran apabila melalui prosedur pengujian yang benar.
Prosedur pengujian atas generalisasi tersebut adalah:
1)      Jumlah sampel yang diteliti terwakili.
2)      Sampel harus bervariasi.
3)      Mempertimbangkan hal-hal yang menyimpang dari fenomena umum/ tidak umum.

·         Pengertian Analogi
Analogi adalah membandingkan dua hal yang memiliki sifat sama.Cara ini berdasarkan pada sebuah asumsi bahwa jika sudah ada persamaan dalam berbagai segi,maka aka nada persamaan pula dalam bidang yang lain.
Contoh paragraph Analogi :
Deo adalah seorang mekanik handal yang masuk di sebuah perusahaan industry mesin.Deo adalah lulusan STM Berkah. Berkat dedikasi yang tinggi,perusahaan tersebut maju dengan pesat Dan ketika perusahaan tersebut membutuhkan tenaga kerja baru,mereka melihat irul yang juga lulusan dari STM Berkah yang memiliki keahlian yang juga tidak kalah dengan deo. Akhirnya, mereka merekrut irul untuk bekerja di perusahaan tersebut.


·         Pengertian Sebab-Akibat
Sebab-Akibat adalah penalaran yang di mulai dengan mengemukakan fakta yang berupa sebab dan sampai pada kesimpulan yang merupakan akibat.
Contoh paragraph sebab-akibat :
Deo adalah siswa yang pintar.Namun,dia malas mengerjakan tugas sekolah.Setiap ada pekerjaan rumah, deo jarang mengerjakan pekerjaan rumah tersebut.Dan ketika pembagian rapot,nilai deo banyak yang jelek dan orang tua deo memarahinya.


Senin, 10 Maret 2014

Tugas SOFTSKILLS Bahasa Indonesia semester 6

Tugas softskills BAHASA INDONESIA 2

Pengertian penalaran
Penalaran adalah proses berpikir yang bertolak dari pengamatan indera (pengamatan empirik) yang menghasilkan sejumlah konsep dan pengertian. Berdasarkan pengamatan yang sejenis juga akan terbentuk proposisi– proposisi yang sejenis, berdasarkan sejumlah proposisi yang diketahui atau dianggap benar, orang menyimpulkan sebuah proposisi baru yang sebelumnya tidak diketahui. Proses inilah yang disebut menalar.
Dalam penalaran, proposisi yang dijadikan dasar penyimpulan disebut dengan premis (antesedens) dan hasil kesimpulannya disebut dengan konklusi (consequence).

Proposisi
Proposisi ialah kalimat logika yang merupakan pernyataan tentang hubungan antara dua atau beberapa hal yang dapat dinilai benar atau salah. Dengan kata lain, Proporsisi sebagai pernyataan yang didalamnya manusia mengakui atau mengingkari sesuatu tentang sesuatu yang lain.
Proposisi adalah pernyataan tentang hubungan yang terdapat di antara subjek dan predikat. Dengan kata lain, proposisi adalah pernyataan yang lengkap dalam bentuk subjek-predikat atau term-term yang membentuk kalimat. Kaliimat Tanya,kalimat perintah, kalimat harapan , dan kalimat inversi tidak dapa disebut proposisi . Hanya kalimat berita yang netral yang dapat disebut proposisi. Tetapi kalimat-kalimat itu dapat dijadikan proposisi apabila diubah bentuknya menjadi kalimat berita yang netral.

Pengertian Evidensi
Evidensi adalah semua fakta yang ada, yang dihubung-hubungkan untuk membuktikan adanya sesuatu. Evidensi merupakan hasil pengukuan dan pengamatan fisik yang digunakan untuk memahami suatau fenomena. Evidensi sering juga disebut bukti empiris.

Cara menguji data
Data dan  informasi yang digunakan dalam penalaran harus merupakan fakta. Oleh karena itu perlu diadakan pengujian melalui cara-cara tertentu sehingga bahan-bahan yang merupakan fakta itu siap digunakan sebagai evidensi. Dibawah ini beberapa cara yang dapat digunakan untuk pengujian tersebut.
1.      Observasi
2.      Kesaksian
3.      Autoritas


Cara menguji fakta
Untuk menetapkan apakah data atau informasi yang kita peroleh itu merupakan fakta, maka harus diadakan penilaian. Penilaian tersebut baru merupakan penilaian tingkat pertama untuk mendapatkan keyakitan bahwa semua bahan itu adalah fakta, sesudah itu pengarang atau penulis harus mengadakan penilaian tingkat kedua yaitu dari semua fakta tersebut dapat digunakan sehingga benar-benar memperkuat kesimpulan yang akan diambil.

1.      Konsistensi
2.      Koherensi

Cara menguji autoritas
Seorang penulis yang objektif selalu menghidari semua desas-desus atau kesaksian dari tangan kedua. Penulis yang baik akan membedakan pula apa yang hanya merupakan pendapat saja atau pendapat yang sungguh-sungguh didasarkan atas penelitian atau data eksperimental.
1.      Tidak mengandung prasangka
2.      Pengalaman dan pendidikan autoritas
3.      Kemashuran dan prestise

4.      Koherensi dengan kemajuan


sumber : wikipedia.com